Rabu, 27 Oktober 2010

BUDAYA KERJA; BANK MANDIRI TERBAIK DALAM PELAYANAN PERBANKAN

Sebelum mengetahui bagaimana budaya kerja Bank Mandiri, alangkah baiknya jika kita peru memahami pengertian dan manfaat budaya kerja.



Pengertian Budaya Kerja

Merupakan seperangkat sistem yang nampak dalam nilai-nilai kerja, yang diperjuangkan dan diwujud-nyatakan menjadi satu tatanan manajemen yang berkualitas. Hal ini akan tercermin dari sikap yang menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang diwujudkan di dalam bekerja.



Manfaat Budaya Kerja

Budaya kerja yang dilaksanakan secara baik dapat mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia ( SDM ) dalam pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi.
Manfaat dari budaya kerja antara lain :
1. Menjamin hasil kerja dengan kualitas yang terbaik.
2. Membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan dan kekeluargaan.
3. Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan cepat untuk memperbaikinya.
4. Cepat menyesuaikan diri dengan dunia luar.
5. Mengurangi laporan berupa data dan informasi yang salah.
6. Meningkatnya kepuasan di dalam bekerja.
7. Membuat pergaulan menjadi lebih akrab.
8. Meningkatnya tingkat kedisiplinan di dalam kerja.
9. Mengurangi pengawasan secara fungsional.
10. Mengurangi tingkat absensi dan pemborosan.


BANK MANDIRI TERBAIK DALAM PELAYANAN PERBANKAN

Tahun 2008 merupakan tahun pembuktian keunggulan Bank Mandiri dalam pelayanan perbankan kepada nasabah. Dua lembaga yaitu Marketing Research Indonesia (MRI) dan Indonesia Contact Center Association (ICCA), telah menganugerahi penghargaan tertinggi kepada Bank Mandiri.

MRI menilai Bank Mandiri layak mendapatkan The Best Bank Service Excellence (BSEM) 2007/2008, setelah melakukan riset pada 19 bank di Indonesia, baik lokal maupun asing.

“Penghargaan tertinggi dalam bidang pelayanan perbankan merupakan bukti nyata bahwa Bank Mandiri sebagai bank terbesar di tanah air tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata tetapi juga pada customer focus,” ujar Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri.

"Keberhasilan Bank Mandiri dalam service quality didukung oleh semua pihak, mulai dari Top Management hingga pegawai lini bawah. Hal ini membutuhkan komitmen dan perjuangan keras karena yang diubah adalah perilaku manusia, yang kemudian akan membentuk budaya kerja perusahaan. Bank Mandiri memiliki konsep pelayanan yang diberikan kepada nasabah sesuai dengan 10 perilaku Utama Budaya kerja perusahaan yang terangkum dalam TIPCE (Trust, Integrity, Profesionalism, Customer Focus, dan Excellence)," tambah Agus.

Lebih lanjut Ermina Yulianti, Research Director MRI mengatakan bahwa survei dilakukan dengan cara mystery shopping, dimana pensurvei melakukan kegiatan perbankan melalui cabang-cabang bank dengan cara membuka rekening.
"Sebagai nasabah, pensurvei dapat merasakan langsung pelayanan yang dilakukan oleh frontliner suatu bank, termasuk keadaan fisik cabang serta electronic channel (e-channel). Dengan metode ini, survei sebenarnya memotret customer experience di berbagai interaksi nasabah dengan banknya", ujar Ermina saat pemberian award di Hotel Mulia hari ini (14 Mei 2008).

Survei tersebut dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Makassar. Jakarta selalu dipertahankan karena pentingnya ibu kota bagi dunia perbankan di tanah air, sedangkan Makassar adalah kota kedua di luar Jawa sesudah Medan yang baru tahun ini diikutkan dalam penilaian.
Disamping itu, ICCA juga telah menganugerahkan penghargaan The Best Contact Center 2008 (kategori 250 seats) kepada Bank Mandiri. Dengan penghargaan ini Bank Mandiri berhak mewakili Indonesia untuk kontes Contact Center se-Asia Pasific yang akan dilakukan penjuriaannya di Beijing pada pertengahan 2008.

"Bank Mandiri sangat berhak mewakili Indonesia dalam kontes Contact Center se Asia Pasific yang akan dilaksanakan pada pertengahan 2008 di Beijing. Untuk kategori 250 seats, Bank Mandiri menyabet semua penghargaan yang diberikan oleh ICCA yaitu The Best Design Marketing Communication (Platinum), The Best Operational Contact Center (platinum) untuk kategori diatas 250 seat, untuk kelompok Korporasi dan untuk kelompok individual meraih The Best Manager (Platinum)," kata Andi Anugerah ketua ICCA pada saat penyempatan penghargaan beberapa waktu lalu di Hotel Bidhakara Jakarta.
Penghargaan ini melengkapi penghargaan yang pernah diraih Bank Mandiri tahun lalu, seperti The Best Agent/Phone Banking Officer (Platinum & Gold), The Best Contribution (Gold), The Best Technology (Gold), dan The Best Team Leader (Silver). Sedangkan untuk tingkat internasional, Bank Mandiri memperoleh Asia Pasific Service Excellence Award 2007 dari Pasific Customer Service Association (APCSA) dan The Best Contact Center of The Year untuk kategori di atas 100 seats dari Contact Center Association of Singapore (CCAS).


Tentang Bank Mandiri

Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International. Bank Mandiri juga menawarkan jasa dan layanan pasar modal, perbankan syariah dan asuransi melalui Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri.

Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 21.679 karyawan dengan 958 kantor cabang dan 6 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 3.188 ATM, disamping 7.064 ATM yang merupakan jaringan LINK dan 13.077 jaringan ATM Bersama, serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.


Profil Perusahaan

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintaha Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo–dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat legacy banks memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.
Segera setelah merger, Bank Mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, kami menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan mengurang jumlah karyawan, dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri kami implementasikan secara sekaligus ke semua jaringan kami dan pada seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya.

Satu dari sekian banyak keberhasilan Bank Mandiri yang paling signifikan adalah keberhasilan dalam menyelesaikan implementasi sistem teknologi baru. Sebelumnya kami mewarisi 9 core banking system yang berbeda dari keempat bank. Setelah melakukan investasi awal untuk segera mengkonsolidasikan kedalam system yang terbaik, kami melaksanakan sebuah program tiga tahun, dengan nilai US$200 juta, untuk mengganti core banking system kita menjadi satu system yang mempunyai kemampuan untuk mendukung kegiatan consumer banking kita yang sangat agresif. Hari ini, infrastruktur IT Bank Mandiri memberikan layanan straight-through processing dan interface tunggal pada seluruh nasabah.
Nasabah korporat kami sampai dengan saat ini masih mewakili kekuatan utama perekonomian Indonesia. Menurut sektor usahanya, portfolio kredit korporasi terdiversifikasi dengan baik, dan secara khusus sangat aktif dalam sector manufaktur Food & Beverage, agrobisnis, konstruksi, kimia dan tekstil. Persetujuan dan monitoring kredit dikendalikan dengan proses persetujuan four eyes yang terstruktur, dimana keputusan kredit dipisahkan dari kegiatan marketing dari unit Bisnis kami.

Sejak berdirinya, Bank Mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajemen yang kuat dan professional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance yang telah diakui secara internasional. Bank Mandiri disupervisi oleh Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Menteri Negara BUMN yang dipilih berdasarkan anggota komunitas keuangan yang terpandang. Manajemen ekskutif tertinggi adalah Dewan Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama. Dewan Direksi kami terdiri dari banker dari legacy banks dan juga dari luar yang independen dan sangat kompeten. Bank Mandiri juga mempunyai fungsi offices of compliance, audit dan corporate secretary, dan juga menjadi obyek pemeriksaan rutin dari auditor eksternal yang dilakukan oleh Bank Indonesia, BPKP dan BPK serta auditor internasional. AsiaMoney magazine memberikan penghargaan atas komitmen kami atas penerapan GCG dengan memberikan Corporate Governance Award untuk katagori Best Overall for Corporate Governance in Indonesia dan Best for Disclosure and transparency.


Visi & Misi

Visi:

Bank terpecaya pilihan anda


Misi:

•Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
•Mengembangkan sumber daya manusia professional
•Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder
•Melaksanakan manajemen terbuka
•Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan






referensi:

http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/news-detail.asp?id=IEfV42528902#
http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/about_profile.asp
http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/about_our.asp
http://118.98.219.138/edukasinet/files/smk/mp_237/




nama : ririn yuliyanti
mata kuliah : ETIKA BISNIS
pengajar : WARDOYO



Senin, 04 Oktober 2010

MELIHAT INDAHNYA SUKU BATAK

Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Karo, Pakpak, Toba, Simalungun, Mandailing, dan Angkola.

Sebagian besar orang Batak menganut agama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.


SEJARAH
Topografi dan alam Tapanuli yang subur, telah menarik orang-orang Melayu Tua (Proto Melayu) untuk bermigrasi ke wilayah Danau Toba sekitar 4.000 - 7.000 tahun lalu. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang-orang Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke Sumatera dan Filipina sekitar 2.500 tahun lalu, dan kemungkinan orang Batak termasuk ke dalam rombongan ini. Selama abad ke-13, orang Batak melakukan hubungan dengan kerajaan Pagaruyung di Minangkabau yang mana hal ini telah menginspirasikan pengembangan aksara Batak.. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kamper yang diusahakan oleh petani-petani Batak di pedalaman. Produksi kamper dari tanah Batak berkualitas cukup baik, sehingga kamper menjadi komoditi utama pertanian orang Batak, disamping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kamper banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal


DESKRIPSI LOKASI
Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo, Kangkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Dilihat dari wilayah administrative, mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Yaitu Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, dan Asahan.


UNSUR BUDAYA
A. Bahasa
Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah:
•Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo;
•Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak;
•Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun;
•Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.

B. Pengetahuan
Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron, sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Raron itu merupakan satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya.

C. Teknologi
Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggala dalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak.

D. Organisasi Sosial
Perkawinan
Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.


Kekerabatan
Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan Sosilogis, sementara kekerabatan teritorail tidak ada.
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs narga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.
Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosopi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.
Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya, Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu :
•perbedaan tingkat umur
•perbedaan pangkat dan jabatan
•perbedaan sifat keaslian dan
•status kawin.


Mata Pencaharian
Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak boleh menjualnya. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan .
Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau, sapi, babi, kambing, ayam, dan bebek. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba. Sektor kerajinan juga berkembang. Misalnya tenun, anyaman rotan, ukiran kayu, temmbikar, yang ada kaitanya dengan pariwisata.


Religi
Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta; Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh; Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang; Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.
Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaan-Nya terwujud dalam Debata Natolu.
Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:
•Tondi : adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
•Sahala : adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
•Begu : adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.
Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi, namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka. Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat, dimana boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.


Kesenian
Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang .


Falsafah dan Sistem Kemasyarakatan
Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni Tungku nan Tiga atau dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu, yakni Hula-hula, Dongan Tubu dan Boru ditambah Sihal-sihal. Dalam Bahasa Batak Angkola Dalihan na Tolu terdiri dari Mora, Kahanggi, dan Anak Boru
•Hulahula/Mora adalah pihak keluarga dari isteri. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat Batak (semua sub-suku Batak). Sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula).
•Dongan Tubu/Kahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. Namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.
•Boru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai 'parhobas' atau pelayan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. Namun walaupun burfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan: Elek marboru.
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifak kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raji no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.



NILAI BUDAYA
Kekerabatan
Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu, dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya, orang-orang dalam satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara), untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru.

Hagabeon
Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur, beranak, bercucu banyak, dan yang baik-baik.

Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial.

Uhum dan Ugari
Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji.

Pengayoman
Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat, tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu.

Marsisarian
Suatu nilai yang berarti saling mengerti, menghargai, dan saling membantu.



ASPEK PEMBANGUNAN

Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya.

Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini.






REFERENSI:
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak (di download Pukul 12.58 SABTU 2 OKTOBER 2010)
http://de-kill.blogspot.com/2009/04/budaya-suku-batak.html
(di download Pukul 12.58 SABTU 2 OKTOBER 2010)


NAMA : RIRIN YULIYANTI
NPM : 10207949
MATA KULIAH : ETIKA BISNIS
PENGAJAR : BAPAK WARDOYO

Senin, 14 Juni 2010

MEMBUAT TULISAN ILMIAH

Cara Membuat Tulisan Ilmiah

Langkah pertama, tulislah sesuatu yang Anda kuasai atau sesuai dengan minat Anda dan dibutuhkan oleh orang banyak. Kalau Anda bukan dokter, janganlah menulis tentang kesehatan kecuali Anda telah mempelajarinya. Janganlah menulis tentang belajar menggunakan sepeda karena pasti tidak dibutuhkan oleh pembaca. Tulislah tentang bertanam pohon mangga yang terus berbuah tanpa bergantung pada musim, bagaimana bisa kaya dalam seminggu, bagaimana menjadi pintar dalam sehari, dapat berenang dalam dua jam, atau bisa menikah tanpa modal.

Langkah kedua, kumpulkanlah data-data untuk menunjang tulisan Anda, baik data-data primer maupun data-data sekunder. Bila perlu dilengkapi juga dengan foto dan tabel. Ini dibutuhkan untuk menunjang tulisan Anda sehingga Anda mudah meyakinkan pembaca bahwa tulisan yang Anda buat adalah tulisan ilmiah. Data-data ini adalah syarat bahwa fakta yang Anda sampaikan bukan isu, kata orang, atau hanya isapan jempol.

Langkah ketiga, buatlah kerangka karangan (outline). Membuat tulisan ilmiah walaupun populer tidak sama dengan membuat cerpen atau cerita humor. Semuanya harus Anda persiapkan dengan matang, tidak bisa sambil lalu. Anda tidak boleh melewatkan satu data pun untuk menunjang tulisan Anda. Karenanya, Anda harus membuat kerangka tulisan, apa saja yang akan ditulis, referensi apa yang dibutuhkan, atau kalau perlu Anda mempersiapkan hasil wawancara dengan narasumber yang akan menunjang tulisan Anda. Misalnya Anda ingin menulis tentang beternak kelinci, buatlah outline-nya:

Langkah keempat, mempersiapkan dan menguasai kosakata yang menunjang permasalahan yang akan dan tengah Anda tulis. Ini untuk mempermudah pembaca memahami tulisan Anda.

Langkah kelima, gunakanlah bahasa Indonesia yang menunjang tulisan ilmiah Anda. Bila tulisan Anda itu untuk laporan penelitian atau jurnal ilmiah, gunakanlah bahasa Indonesia baku dan jangan bertele-tele. Bila tulisan Anda itu sebagai karya ilmiah populer atau untuk dibaca masyarakat umum, gunakanlah bahasa yang ”cair”, tidak kaku walaupun tetap dalam lingkup bahasa ilmiah dan tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak bersifat menggurui, memberikan informasi dan motivasi. Selain itu, gunakanlah metode dekripsi (paparan) untuk penulisan ilmiah populer. Pembaca akan merasa jenuh bila hanya disuguhi data dan tabel. Berilah gambaran berupa paparan sehingga pembaca umum dapat memahami tulisan Anda.



Data-data Penelitian

Pengumpulan Data Penelitian Berdasarkan sumbernya, data dibagi menjadi:
a.Data Primer: Data yang diusahakan/didapat oleh peneliti

b.Data Sekunder: Data yang didapat dari orang/instansi lain

DATA PRIMER
Pengumpulan data primer membutuhkan perancangan alat dan metode pengumpulan
data

Metode pengumpulan data penelitian:

a.Observasi
b.Wawancara
c.Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
d.Pengukuran Fisik
e.Percobaan Laboratorium


DATA SEKUNDER
Data Sekunder cenderung siap “pakai”, artinya siap diolah dan dianalisis oleh penelitian. Contoh Instansi penyedia data:

•Biro Pusat Statistik (BPS)
•Bank Indonesia
•Badan Meteorologi dan Geofisika
•dll.


Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:
•Nama pengumpul data
•Tanggal dan waktu pengumpulan data
•Lokasi pengumpulan data
•Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden


Kapan Waktu Memulai Penelitian Ilmiah?

Sebuah penelitian yang bersifat ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematik untuk menemukan informasi yang ilmiah dan atau teknologi baru, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis, sehingga dapat dirumuskan teori, proses gejala alam, atau gejala sosial. Dengan berbagai hasil penelitian yang didasarkan pada metode ilmiah tersebut akan memunculkan ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Kita semua dapat memulai penelitian dengan cara yang sangat sederhana. Penelitian umumnya diawali dari penemuan suatu masalah. Tetapi tidak mutlak harus ada masalah. Penelitian dapat merupakan lanjutan atau pengembangan, bahkan penyempurnaan dari penelitian yang ada terlebih dahulu. Penelitian juga dapat dimulai dari keinginan si peneliti untuk membuktikan teori atau hipotesis yang diajukan pada penelitian sebelumnya dengan cara sama atau berbeda. Jadi, banyak cara untuk memulai penelitian


Sumber :
http://dadieditor.multiply.com/journal/item/101/Langkah_Mudah_Menjadi_Penulis
ssiregar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../06_pengumpulan_data.pdf
http://sambodo.multiply.com/journal/item/2/Apa_itu_Meneliti_dan_Penelitian_

METODE ILMIAH

Pengertian Metode Ilmiah


Metode berarti dalam proses menemukan dan mengolah pengetahuan menggunakan metode tertentu, tidak serampangan. Sistematis berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Koheren berarti setiap bagian dari jabaran ilmu pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian (konsisten). Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan disebut penelitian (research). Usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah

Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol.


Langkah - Langkah Metode Ilmiah


1.Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.

2.Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.

3.Menyusun hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.

4.Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.

5.Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).

6.Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

sumber :
http://file2shared.wordpress.com/ilmu-pengetahuan-metode-ilmiah-dan-penelitian-ilmiah/
http://id.wikipedia.org

PRA PENULISAN ILMIAH

Pra penulisan ilmiah

Penelitian pada dasarnya adalah suatu penyelidikan. Penyelidik memiliki penalaran atau motivasi untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik terhadap sesuatu dalam hidup atau duniannya. Masalah penelitian adalah situasi yang menyebabkan peneliti merasakan kegelisahan, kebingungan, ketidaknyamanan dan keingintahuan yang tinggi.

Hakekat masalah adalah mencari solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan suatu masalah.

Sumber masalah adalah suatu hal yang menjadi object permasalahan dalam suatu penulisan ilmiah.
• Pengalaman peneliti atau orang lain di lingkungan profesinya.
• Hasil penelitian terdahulu yang didokumentasikan melalui literatur ilmiah seperti makalah, proseding, jurnal, laporan penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi.
• Teori: kelemahan-kelemahan suatu teori merupakan masalah penelitian, penelitian ditujukan untuk mengklarifikasi teori yang telah ada.

Tekhnik merumuskan masalah
• Tentukan enyebab masalahnya terlebih dahulu (minat, kesenjangan, sosial/teknologis, perubahan kebijakan).
• Lihat situasi secara rasional.
• Kumpulkan informasi pendahuluan (preliminary).
• Pahami subjek yang diteliti dengan baik melalui kajian/review literatur.
• Lakukan diskusi dengan stakeholder dan peneliti lain.
• Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
• Rumusan hendaknya jelas dan padat.
• Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
• Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa.

Mebuat hipotesis yang baik
• menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih,
• dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan,
• dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta
• dapat diuji secara empiris.

Observasi awal
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
• Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
• Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
• Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.



referensi:
materi perkuliahan
http://webyusuf.co.cc/search/Hakekat+Karya+Ilmiah+Perumusan+Masalah
http://iyozdamnation.wordpress.com/2010/05/01/hakekat-karya-ilmiah-perumusan-masalah


UNSUR-UNSUR PROPOSAL

BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menggambarkan mengenai pokok-pokok pikiran yang mendasari penelitian ini, permasalahan pokok yang dihadapi beserta batasannya, tujuan penelitian, manfaat dari penelitian ini, dan sistematika penulisan yang digunakan.

1. Latar Belakang masalah
Latar belakang masalah berisikan pendeskripsian tentang permasalahan umum dari topik yang akan diteliti. Latar belakang masalah juga berisi alasan-alasan pemilihan judul/masalah yang kita kemukakan baik secara teoritis maupun secara praktis. Kita juga harus menjelaskan posisi masalah kita di antara penelitian lain yang releva melalui timbangan pustaka. Kemudian, isi terakhir dari latar belakang masalah adalah penyebutan judul tugas akhir yang akan kita ajukan.
Untuk mengawali kaliamat dari latar belakang masalah bisa digunakan dengan tujuan penulisan. Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika sebuah tulisan akan mengembangkan gagasan yang merupakan tema seluruh tulisan, tujuan dapat dinyatakan dalam bentuk tesis. Namun, untuk suatu tulisan yang tidak mengembangkan gagasan seperti itu, tujuan penulisan dapat dituliskan dalam bentuk pernyataaan maksud.

2. Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah adalah pokok permasalahan yang kan kita bahas atau pertanyaan-prtanyaan berupa pokok permasalahan yang akan kita bahas dalam karangan ilmiah. Oleh karena itu, kalimat yang kita buat dalam ’rumusan masalah’ adalah kalimat tanya, sedangkan ’tujuan penelitian’ berisi pendeskripsian secara singkat, jelas, dan tajam mengarah pada rumusan masalah dan latar belakang masalah. Kalimat dalam ’tujuan penelitian’ berupa pernyataan atau kalimat berita.

3. Batasan masalah
Batasan masalah berisikan pembatasan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian, hal-hal apa saja yang akan diangkat sebagai bahan pendukung menyelesaikan rumusan masalah.

4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisikan manfaat-manfaat apa saja yang dapat diperoleh dengan adanya penulisan ilmiah tersebut. Manfaat tersebut terutama dirasakan oleh peneliti, pihak sumber/objek penelitian dan pihak akademis/pihak umum. Atau dapat juga dibuat manfaat akademis dan manfaat praktis.

5. Metodologi penelitian
Metodologi penelitian adalah bagaimana cara peneliti memyelesaikan suatu rumusan masalah. Suatu penelitian tidak akan berguna bila tidak ada objek dari suatu kasus yang diangkat. Metodologi penelitian biasanya berisikan sebagai berikut:
• Objek penelitian
Yaitu berisikan tentang garis besar suatu objek penelitian
Contoh: Objek yang penulis jadikan bahan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah rental komputer KIKI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dengan alamat jalan gading raya no.46, rt 01/11 kelurahan cipinang muara, Jakarta timur.
• Data
Yaitu berisikan penjelasan data pendukung apa saja yang akan dijadikan dasar/bahan penelitian
Contoh: Data yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini terdiri dari:
-Jumlah investasi
-Jumlah pendapatan dan biaya-biaya
-Discount rate/discount factor
• Metode pengumpulan data adalah cara bagaimana peneliti memperoleh data untuk membantu menjawab rumusan masalah. Metode pengumumpulan data dapat dengan cara studi lapangan dan studi kepustakaan.
- Studi Lapangan (Field Research)
Dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung atau observasi terhadap objek yang diteliti dengan meminta data yang berhubungan dengan pembahasan masalah serta mewawancarai pihak-pihak yang berkepentingan di objek penelitian.
- Studi kepustakaan (Library Research)
Dalam kegiatan ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan membaca buku-buku, literatur, serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti guna mendapatkan teori yang diperlukan serta menjadi referensi penulis dalam menyusun dan menyelesaikan penulisan ilmiah ini.

• Alat analisis yang digunakan
Yaitu pengaplikasian teori yang telah ada untuk menyelesaikan atau menjawab rumusan masalah
Contoh:
Alat Analisis yang digunakan
Alat analisis yang digunakan adalah Payback Period, Net Present Value, Average Rate of Return, dan Profitability Index.

6. Sistematika penulisan
Berisikan tentang sistematika dari suatu penulisan. Struktur penulisan dan penjelasan umum dari setiap bab.


BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi pendekatan-pendekatan atau teori yang relevan dengan judul dan rumusan masalah yang akan digunakan untuk mengupas, menganalisis, dan menjelaskan variabel yang akan kita teliti.

BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini memberikan gambaran mengenai metode pengumpulan data, jenis data yang dipergunakan, sumber pengambilan data, serta metode analisis yang dipergunakan.

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Pada bab ini memberikan gambaran umum perusahaan mengenai sejarah berdirinya dan perkembangannya, tujuan perusahaan, struktur organisasi, produk perusahaan, serta menganalisis perusahaan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab terakhir ini berisi kesimpulan dari hasil kajian dalam bab IV dan diberikan saran-saran.

DAFTAR PUSTAKA
Teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangan ilmiah. Untuk memperkuat pendapat kita, tentunya kita akan mencari pendapat-pendapat para ahli yang sesuai dengan bidang kajian untuk dijadikan bahan referensi dari berbagai sumber bacaan, baik berupa buku, majalah, surat kabar, maupun jurnal-jurnal ilmiah lainnya.








Referensi:
Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir







Sabtu, 08 Mei 2010

KARYA ILMIAH

Pengertian

Karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar.

Ciri-ciri karya ilmiah
A. sistematis
B. objective
C. cermat,tepat dan benar
D. tidak persuasive
E. tidak emotif
F. tidak melebih-lebihkan sesuatu


Karya ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.
Makalah adalah karangan ilmiah yang membahas suatu topic tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup perkuliahan, seminar, symposium atau pertemuan ilmiah lainnya. Makalah terdiri atas judul karangan, abstrak, pendahuluan, pembahasan, simpulan, dan daftar pustaka.

Usulan penelitian atau proposal adalah usulan tentang suatu hal sebagai rencana kerja atau penelitian yang dituangkan dalam bentuk rancangan penelitian. Usulan penelitian memuat judul latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, metode penelitian, jadwal kegiatan, sistematika penulisan, dan daftar pustaka.

Skripsi adalah pelatihan pembuatan karangan ilmiah yang berupa naskah teknis sebagai persyaratan bagi calon sarjana.

Tesis adalah karangan ilmiah yang menitik beratkan pada metodologi penelitian dan metodologi penulisan.

Disertasi adalah karangan ilmiah yang selain mementingkan metodologi penelitian dan penulisan juga harus menemukan paradigma baru tentang suatu ilmu.





referensi :
- Arifin, Zaenal dan S.Amran Tasai. CERMAT BERBAHASA INDONESIA. Akademika Pressindo, Jakarta, 2008.

- Materi perkuliahan